Long tail keyword adalah kata kunci yang spesifik dan bervolume kecil, sehingga tingkat persaingannya cenderung lebih rendah.

Bukan rahasia lagi kalau web baru ingin meranking di SERP harus mengandalkan long tail keyword (kata kunci turunan)  dulu sebelum menembak ke keyword utama. Bukan rahasia juga kalau long tail keyword ini lebih mudah di ranking daripada keyword utama, karena persaingannya yang lebih sedikit.

Masalahnya, jumlah long tail keyword biasanya cukup banyak dengan jumlah pencarian yang rata-rata sedikit, jadi diperlukan ketelatenan dalam menulis artikel yang banyak untuk menembak keyword-keyword turunan ini.

Long tail keyword adalah kata kunci yang spesifik dan bervolume kecil, sehingga tingkat persaingannya cenderung lebih rendah. Banyak orang yang mengira bahwa long tail keyword itu pasti panjang dan terdiri dari tiga kata atau lebih. Namun, tidak selalu seperti itu, kok. Long tail keyword bisa saja hanya terdiri dari dua kata asal memang spesifik dan tingkat persaingannya rendah.

Nah, walaupun bervolume rendah, tapi long tail keyword itu lebih tepat sasaran daripada short tail keyword, lho. Sebab, long term keyword menarget kata kunci yang amat sangat spesifik. Jadi, kemungkinan besar kata kunci tersebut memang menampilkan hasil pencarian yang benar-benar dicari oleh pengguna. Bukannya hasil pencarian secara umum mengenai topik tersebut.

Kenapa Long Tail Keyword?

“Long tail keyword kan volumenya sedikit. Kenapa?”

Berikut kami berikan tiga jawaban atas pertanyaan Anda itu:

1. Long Tail Keyword Persaingannya Rendah

Long tail keyword tersebut memiliki jumlah persaingan yang jauh lebih sedikit, bukan? Dengan kata lain, Anda bisa lebih mudah untuk mendapatkan rangking atas di Google. Kalau sudah mendapatkan rangking atas, trafik akan mulai berdatangan dengan sendirinya.

2. Bisa Mendatangkan Banyak Trafik

Jika Anda memilih topik yang mempunyai banyak long tail keyword, trafik organik yang datang juga akan lebih banyak, lho. Sebab, Anda tidak menarget satu kata kunci utama saja dari topik tersebut, melainkan banyak kata kunci sekaligus. 

Efeknya, website Anda akan muncul di setiap pencarian dari masing-masing kata kunci long tail keyword yang ditargetkan tersebut. Bukan muncul sekali saja karena hanya menarget satu kata kunci utama.

3. Long Tail Keyword Meningkatkan Conversion Rate

Long tail keyword itu sangat spesifik. Jadi, orang yang mencari dengan keyword ini cenderung sudah siap untuk melakukan pembelian dibandingkan dengan pencarian short tail keyword.

Ambil contoh pencarian dengan kata kunci “web hosting.” Kata kunci tersebut sangat luas maksudnya, bukan? Orang yang mencari kata kunci tersebut mungkin ingin tahu apa itu web hosting atau bagaimana cara kerjanya. Dengan kata lain, ia masih belum siap untuk membeli.

Namun, jika orang memasukkan versi spesifik dari kata kunci tersebut (misalnya “hosting terbaik dan termurah indonesia”) berarti ia sudah selangkah lebih dekat untuk melakukan pembelian. 

Efeknya, orang itu akan mengklik hasil pencarian yang menampilkan produk yang dicari. Jadi, traffik website Anda naik seiring conversion rate yang meningkat.

Call me
%d bloggers like this: